Fans Page On Facebook

Beberapa Macam Cara Wudhu Dan Bertayamum Berikut Videonya Serta Sumber Dari Al-Qur'an Dan Hadistnya

Untuk lebih jelasnya silahkan klik DISINI

Keadaan Yang Membolehkan Tayamum Dan Pembatal Tayamum

Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah menyebutkan beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayammum,
 
  1. Jika tidak ada air baik dalam keadaan safar/dalam perjalanan ataupun tidak.
     
  2. Terdapat air dalam jumlah terbatas, sementara ada kebutuhan lain yang juga memerlukan air tersebut, seperti untuk minum dan memasak
     
  3. Adanya kekhawatiran jika bersuci dengan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit
     
  4. Ketidakmapuan menggunakan air untuk berwudhu dikarenakan sakit dan tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu dan tidak adanya orang yang mampu membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habisnya waktu sholat
     
  5. Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.

Pembatal Tayammum :

  1. Semua pembatal wudhu juga merupakan pembatal tayammum
  2. Menemukan air, jika sebab tayammumnya karena tidak ada air
  3. Mampu menggunakan air, jika sebab tayammumnya karena tidak bisa menggunakan air

Sumber: http://carasholat.com/

Tata Cara Bertayamum Menurut Sunnah Nabi

Tayamum merupakan sunnah nabi untuk sebagai pengganti wudhu apabila kita tidak menjumpai air. Dan berikut Tata cara untuk bertayamum :
  1. Tepukkan Telapak Tangan Di Media (Sho'id) Untuk Tayamum. 
  2. Media yang dapat digunakan untuk bertayamum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan,tanah yang berair, lembab ataupun kering.
     
  3. Baca Basmallah.
     
  4. Tiup Tangan (Jika Debu Terlalu Banyak).
     
  5. Usapkan Wajah sekali.
     
  6. Disambung dengan mengusap kedua tangan sampai pergelangan tangan sekali.
Tata cara tayammum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan hadits ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu,

بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
 
Artinya : "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini".

Kemudian beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

Dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori,


وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً
 

Artinya : “Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”. (Muttafaq ‘alaihi)

Berdasarkan hadits di atas, kita dapat simpulkan bahwa tata cara tayammum beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut :

  1. Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali  kemudian meniupnya.
  2. Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  3. Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  4. Semua usapan dilakukan sekali.
  5. Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja
  6. Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil
  7. Tidak wajibnya tertib atau berurutan ketika tayammum

 Sumber : http://carasholat.com/

Beberapa Hal Yang Haram Dilakukan Oleh Yang Tidak Berwudhu Apabila Berhadats Kecil

Menyentuh mushaf Al-Qur’an karena Rasulullah mengatakan di dalam suratnya yang beliau kirimkan kepada penduduk negeri Yaman “Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an selain orang yang suci.” . Adapun membaca Al-Qur’an dengan tidak menyentuhnya maka hal itu boleh dilakukan oleh orang yg berhadats kecil.

Mengerjakan shalat. Orang yang berhadats tidak boleh melakukan shalat kecuali setelah berwudhu terlebih dahulu karena Rasulullah bersabda “Allah tidak menerima shalat yang dilakukan tanpa wudhu.” . Boleh bagi orang yang tidak berwudhu melakukan sujud tilawah atau sujud syukur karena keduanya bukan merupakan shalat sekalipun lebih afdhalnya adalah berwudhu sebelum melakukan sujud.

Melakukan thawaf. Orang yang berhadats kecil tidak boleh melakukan thawaf di Ka`bah sebelum berwudhu karena Rasulullah telah bersabda “Thawaf di Baitullah itu adalah shalat.” . Dan juga karena Nabi berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukan thawaf.

Referensi : 1. Al-Qur’an Al-Karim dan Al-Hadits Kutubus-Sittah.2. Diadaptasi dari “Tuntunan Shalat Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah” Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.3. Al-Adzkaarun Nawawiyyah Muhyiddin Abi Zakaria bin Syaraf An-Nawawi.4. Fiqhus-Sunnah Sayyid Sabiq.5. Shalat Empat Mazhab ‘Abdul Qadir Ar-Rahbawi.

Beberapa Hal Yang Membatalkan Wudhu

  • Hal-hal Yang Membatalkan Wudhu. Wudhu seorang muslim batal karena hal-hal berikut ini :
  1. Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur baik berupa air kecil ataupun air besar.
  2. Keluar angin dari dubur .
  3. Hilang akalnya baik karena gila pingsan mabuk atau karena tidur yg nyenyak hingga tidak menyadari apa yang keluar darinya. Adapun tidur ringan yang tidak menghilangkan perasaan maka tidak membatalkan wudhu.
  4. Menyentuh kemaluan dengan tangan dengan syahwat apakah yang disentuh tersebut kemaluannya sendiri atau milik orang lain krn Rasulullah bersabda “Barangsiapa yg menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu.”. 
  5. Memakan daging unta, karena ketika Rasulullah ditanya “Apakah kami harus berwudhu karena makan daging unta? Nabi menjawab Ya.” . Begitu pula memakan usus hati babat atau sumsumnya adalah membatalkan wudhu karena hal tersebut sama dengan dagingnya. Adapun air susu unta tidak membatalkan wudhu karena Rasulullah SAW pernah menyuruh suatu kaum minum air susu unta dan tidak menyuruh mereka berwudhu sesudahnya . Untuk lebih berhati-hati maka sebaiknya berwudhu sesudah minum atau makan kuah daging unta. 

  • Referensi : 1. Al-Qur’an Al-Karim dan Al-Hadits Kutubus-Sittah.2. Diadaptasi dari “Tuntunan Shalat Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah” Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.3. Al-Adzkaarun Nawawiyyah Muhyiddin Abi Zakaria bin Syaraf An-Nawawi.4. Fiqhus-Sunnah Sayyid Sabiq.5. Shalat Empat Mazhab ‘Abdul Qadir Ar-Rahbawi.

Sunnah Wudhu

Disunnahkan bagi tiap muslim menggosok gigi sebelum memulai wudhunya karena Rasulullah bersabda “Sekiranya aku tidak memberatkan umatku niscaya aku perintah mereka bersiwak tiap kali akan berwudhu.” (Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’).

Disunnahkan pula mencuci kedua telapak tangan tiga kali sebelum berwudhu sebagaimana disebutkan di atas kecuali jika setelah bangun tidur maka hukumnya wajib mencucinya tiga kali sebelum berwudhu. Sebab boleh jadi kedua tangannya telah menyentuh kotoran di waktu tidurnya sedangkan ia tidak merasakannya. Rasulullah bersabda “Apabila seorang di antara kamu bangun tidur maka hendaknya tidak mencelupkan kedua tangannya di dalam bejana air sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana tangannya berada .” .

Disunnahkan keras di dalam meng-hirup air dengan hidung sebagaimana dijelaskan pada halaman “TataCara Wudhu Menurut Al Quran dan As Sunnah”.

Disunnahkan bagi orang muslim mencelah-celahi jenggot jika tebal ketika membasuh muka .

Disunnahkan bagi orang muslim mencelah-celahi jari-jari tangan dan kaki di saat mencucinya karena Rasulullah bersabda “Celah-celahilah jari-jemari kamu.” .
Mencuci anggota wudhu yang kanan terlebih dahulu sebelum mencuci anggota wudhu yang kiri. Mencuci tangan kanan terlebih dahulu kemudian tangan kiri dan begitu pula mencuci kaki kanan sebelum mencuci kaki kiri. 

Mencuci anggota-anggota wudhu dua atau tiga kali namun kepala cukup diusap satu kali usapan saja.

Tidak berlebih-lebihan dalam pemakaian air karena Rasulullah berwudhu dengan mencuci tiga kali lalu bersabda “Barang siapa mencuci lebih maka dia telah berbuat kesalahan dan kezhaliman.” 

Referensi : 1. Al-Qur’an Al-Karim dan Al-Hadits Kutubus-Sittah.2. Diadaptasi dari “Tuntunan Shalat Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah” Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.3. Al-Adzkaarun Nawawiyyah Muhyiddin Abi Zakaria bin Syaraf An-Nawawi.4. Fiqhus-Sunnah Sayyid Sabiq.5. Shalat Empat Mazhab ‘Abdul Qadir Ar-Rahbawi.

Tata Cara Wudhu Menurut Al Quran dan As Sunnah

Apabila seorang muslim mau berwudhu maka hendaknya dia berniat di dalam hatinya kemudian membaca “Bismillahirrahmanirrahim” sebab Rasulullah SAW bersabda “Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah” . Dan apabila dia lupa maka tidaklah mengapa. Jika hanya mengucapkan “Bismillah” saja maka ddianggap cukup.

Kemudian disunnahkan mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum memulai wudhu.
Kemudian berkumur-kumur .
Lalu menghirup air dengan hidung lalu mengeluarkannya.
Disunnahkan ketika menghirup air di lakukan dengan kuat kecuali jika dalam keadaan berpuasa maka dia tidak mengeraskannya karena dikhawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Rasulullah bersabda “Keraskanlah di dalam menghirup air dengan hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa.”

Lalu mencuci muka. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri. Dan jika rambut yang ada pada muka tipis maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu.

Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku karena Allah berfirman “dan kedua tanganmu hingga siku.” .

Kemudian mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala.

Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya.

Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki karena Allah berfirman “dan kedua kakimu hingga dua mata kaki.” . Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis. Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki. Orang yang tangan atau kakinya terpotong maka dia mencuci bagian yang tersisa yang wajib dicuci. Dan apabila tangan atau kakinya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya saja.

Setelah selesai berwudhu mengucapkan
Ketika berwudhu wajib mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan tidak menunda pencucian salah satunya hingga yang sebelumnya kering.

Hal ini berdasar hadits yang diriwayatkan Ibn Umar Zaid bin Sabit dan Abu Hurairah bahwa Nabi senantdiasa berwudu secara berurutan kemuddian beliau bersabda “Inilah cara berwudu di mana Allah tidak akan menerima shalat seseorang kecuali dengan wudu seperti ini.” .
Boleh mengelap anggota-anggota wudhu seusai berwudhu.

Referensi : 1. Al-Qur’an Al-Karim dan Al-Hadits Kutubus-Sittah.2. Diadaptasi dari “Tuntunan Shalat Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah” Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.3. Al-Adzkaarun Nawawiyyah Muhyiddin Abi Zakaria bin Syaraf An-Nawawi.4. Fiqhus-Sunnah Sayyid Sabiq.5. Shalat Empat Mazhab ‘Abdul Qadir Ar-Rahbawi.


Sumber : http://blog.re.or.id/tata-cara-wudhu-menurut-al-qur-an-as-sunnah.htm